Surya Mutiara Co.id, KARAWANG – Di tengah kepungan banjir yang melanda 13 kecamatan di Kabupaten Karawang, sebuah standar baru dalam aksi kemanusiaan korporasi muncul dari Kawasan Industri Internasional City (KIIC). Bukan sekadar menyalurkan logistik, pengelola KIIC melakukan lompatan inovatif dengan mengintegrasikan bantuan mereka langsung ke dalam sistem komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang.
penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir yang merupakan bagian integral dari program CSR "Kepedulian Sosial Masyarakat".
Wahyu, Government & Public Relation Dept Had KIIC, Program ini bukan sekadar bantuan insidental, melainkan komitmen berkelanjutan yang dirancang khusus untuk merespons kebutuhan mendesak warga di sekitar kawasan industri.
Bagi KIIC, kehadiran perusahaan harus memberikan dampak positif yang nyata, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. Penyaluran bantuan logistik ini menjadi bukti kecepatan respons manajemen dalam memitigasi dampak bencana alam.
"Program CSR 'Kepedulian Sosial Masyarakat' adalah mandat perusahaan untuk memastikan bahwa kami hadir di tengah warga. Bantuan bencana alam banjir ini merupakan salah satu implementasi terpenting dari program tersebut," ungkap Wahyu
Penyaluran bantuan melalui mekanisme "Satu Pintu" menjadi inti dari strategi KIIC. Wahyu, Government & Public Relation Dept Had KIIC,, menegaskan bahwa efektivitas di lapangan jauh lebih berharga daripada seremoni penyerahan. Dengan menggandeng BPBD, KIIC dapat memetakan kebutuhan secara fungsional berdasarkan data terkini dari posko bencana.
"Kami tidak ingin bergerak secara parsial. Penyaluran melalui BPBD memastikan setiap paket bantuan sampai ke titik yang paling membutuhkan tanpa ada tumpang tindih. Ini adalah cara kami bekerja secara sistematis," ujar Wahyu dalam keterangan resminya.
Dampak banjir yang masif di Karawang menuntut distribusi yang adil. Dengan cakupan bencana yang meluas hingga ke 13 kecamatan, risiko bantuan menumpuk di lokasi yang mudah dijangkau sangatlah tinggi. KIIC hadir untuk memutus rantai ketimpangan tersebut, memastikan suplai kebutuhan pokok mengalir hingga ke area yang paling sulit diakses selama masa pemulihan.
Inovasi terbesar yang dibawa KIIC dalam aksi ini adalah pesan mengenai Harmoni Kolaborasi. Manajemen KIIC menekankan bahwa krisis multidimensi seperti banjir tidak bisa diselesaikan oleh satu entitas saja.
"Harapan kami sederhana namun mendalam: bantuan ini harus meringankan beban saudara-saudara kita. Kami ingin mereka merasakan kehadiran kami sebagai tetangga dan mitra," ungkap perwakilan manajemen.
Lebih dari itu, KIIC secara terbuka mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat—untuk melepaskan ego sektoral. KIIC meyakini bahwa hanya dengan satu komando koordinasi, proses pemulihan pascabencana di Karawang dapat berjalan lebih akseleratif.
Aksi KIIC menjadi bukti bahwa kemajuan industri di Karawang kini memiliki "wajah kemanusiaan". Sistem koordinasi yang rapi bukan hanya soal efisiensi logistik, melainkan tentang membangun ekosistem tangguh bencana di masa depan. Melalui sinergi ini, duka warga terdampak banjir perlahan diubah menjadi optimisme untuk kembali bangkit.
Penulis : Kinah


